Nonton siaran berita tv tentang saya, semakin lama semakin lucu. Dan semakin aneh-aneh. Saya sendiri kadang tidak habis pikir. Koq, sampai sebegitu ya. Sampai-sampai kabar pemukulan wartawan tv di BI tidak sempat terblow-up. Atau lagi-lagi kehabisan bahan untuk di blow-up.
Sementara nun jauh di sana. Kasus-kasus korupsi di bumi Papua, lolos dari perhatian. Padahal lebih banyak nyawa dan uang dipertaruhkan di situ. Kalau hanya berita tentang rekeningku yang katanya jumlah 300 milyar, kenapa harus pusing.
Toh, banyak rekening para pejabat baru yang nilainya trilyunan. Tidak pernah dipermasalahkan. Masalah pekerjaanku dulu yang hanya seorang caddy, dengan uang sebegitu besar, apanya yang aneh? Masak aku dapat lotere harus koar-koar ke sana-sini. Atau dapat hadiah yang lain, harus aku umumkan di koran. Tidak lucu bukan?
13 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


bisa minta dikit saja, mbak. biar dapat bangun asrama mahasiswa. akan bermanfaat bagi ratusan orang.
BalasHapus